Timer

Jumat, 21 Oktober 2011

Nasehat Edmund Hillary

Penakluk pertama Mount Everest,puncak tertinggi dunia di Pegunungan Himalaya, Sir Edmund Hillary, pernah ditanya wartawan apa yang paling ditakutinya dalam menjelajah alam. Dia lalu mengaku tidak takut pada binatang buas, jurang yang curam, bongkahan es raksasa, atau padang pasir yang luas dan gersang sekali pun! Lantas apa? “Sebutir pasir yang terselip di sela-sela jari kaki,” kata Hillary. Wartawan heran, tetapi sang penjelajah melanjutkan kata-katanya, “Sebutir pasir yang masuk di sela-sela jari kaki sering sekali menjadi awal malapetaka. Ia bisa masuk ke kulit kaki atau menyelusup lewat kuku. Lama-lama jari kaki terkena infeksi, lalu membusuk.Tanpa sadar, kaki pun tak bisa digerakkan. Itulah malapetaka bagi seorang penjelajah sebab dia harus ditandu.”

    Harimau, buaya, dan beruang meski buas adalah binatang yang secara naluriah takut menghadapi manusia. Sedang menghadapi jurang yang dalam dan ganasnya padang pasir, seorang penjelajah sudah punya persiapan memadai. Tetapi, jika menghadapi sebutir pasir yang akan masuk ke jari kaki, seorang penjelajah tak mempersiapkannya. Dia cenderung mengabaikannya. 
    Apa yang dinyatakan Hillary, kalau kita renungkan, sebetulnya sama dengan orang yang mengabaikan dosa-dosa kecil. Orang yang malakukan dosa kecil –misalnya mencoba-coba mencicipi minuman keras atau membicarakan keburukan orang lain– sering menganggap hal itu adalah dosa yang kecil. Karena itu, banyak orang yang kebablasan melakukan dosa-dosa kecil sehingga lambat laun jadi kebiasaan. Kalau sudah jadi kebiasaan, dosa kecil itu pun akan berubah jadi dosa besar yang sangat membahayakan dirinya dan masyarakat.

Sumber : Diolah dari berbagai sumber

6 komentar:

zadrackganda mengatakan...

kadang kita menyepelekan hal-hal kecil yg terxta jika di biarkan terus menerus akan sangat berbahaya.. sebalikx jika kita lbh teliti dari melihat hal-hal kecil kita akan lebih mudah menghadapi persoalan..
NIce POst..

Yan Hatulely mengatakan...

all right bro.....

Retno Utaminingsih mengatakan...

termasuk klo kita belajar menabung sedikit2 lama2 menjadi bukit khan, kak? hehehehew

Samuel. Y. Warella mengatakan...

benar juga om yan.... seringkali kita hanya peduli dengan hal yang besar saja tanpa mempedulikan hal yang kecil, tetapi kita tidak tahu bahwa hal yang besar itu terbentuk dari hal yang terkecil.
om yan ini ada pertanyaan ni... kalau dosa besar sama dosa yang kecil-kecil ini kira-kira perhitungannya itu bagaimana yaa...???

selina maria momot mengatakan...

kesalahan2 besar awalnya terjadi dari kesalahan2 kecil yang kita abaikan

Yan Hatulely mengatakan...

@All Friends: Marilah, semua yang berletih lesu. letakan bebanmu, berpikir dan bergerak dari apa yang menurut kita kecil. karena, mata rantai yang lemah adalah kekuatan eratnya sebuah rantai. Thanks for commentnya. Good luck

Posting Komentar

Labels

Konten

View My Stats