Sangat sedikit anak seperti Charice yang mampu mewujudkan mimpinya bertemu dengan tokoh pujaannya. Kebanyakan anak-anak kita hanya bisa memiliki impian sebelum akhirnya mati atau dimatikan karena kurangnya pengetahuan orang tua dan guru untuk menggali dan menemukan potensi mereka.
Nama lengkap Charmaine Clarice Relucio Pempengco adalah anak dari keluarga miskin di Philipina, ibunya bekerja di pabrik tekstil dengan penghasilan minim, sehingga Charice kecil harus membantu ibunya setiap saat untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Untuk menghibur diri, tidak jarang Cahrice bernyanyi, lagu favoritnya adalah “My heart will go on” yang dipopulerkan oleh penyanyi terkenal Celine Dion. Suaranya yang merdu membuat keluarganya, terutama ibunya sering tertipu saat Charice melantunkan lagu tersebut, mereka menyangka bahwa suara merdu itu berasal dari radio atau kaset.
Menyadari bakat terpendambya, ibunya mengusulkan agar Charice ikut konteks menyanyi, tetapi semua orang mencibirnya, maklum saja Charice yang berasal dari keluarga miskin dianggap tidak layak menjadi bintang. Postur dan wajahnya juga dianggap tidak mendukung. Sebagian guru dan teman-temannya malah menganjurkan agar Charice mengubur mimpinya menjadi menjadi bintang penyanyi terkenal dan sebaiknya berkonsetrasi membantu ibunya bekerja kasar agar keluarganya bisa bertahan hidup.
Tapi, ibunya sadar akan potensi dan keinginan besar anaknya. Suara merdunya begitu jernih sejernih keinginan kuat Charice untuk membasuh pandangan sinis orang-orang yang melecehkannya. “Saya hanya ingin membuktikan mereka semua salah menilai saya” demikian ucapannya saat dirinya diundang sebagai tamu pada reality show terkenal Oprah Winfrey sebagai salah satu anak berbakat di dunia.
Waktu berjalan dan visi kuatnya menjadi penyanyi terkenal terus bergelora. Bakat terpendamnya akhirnya ditemukan dan diasah oleh David Foster, produser musik terkenal kelas dunia di bawah naungan Warner Bros. Melalui Foster, mutiara terpendam Charice dapat diangkat dipisahkan dari lumpur pekat yang menyelimutinya. Akhirnya, ia merilis debut albumnya pada tahun 2009 dan langsung pada bulan september tahun yang sama, dia juga diundang langsung oleh bintang pujaannya Celine Dion untuk berduet bersama dalam sebuah konser kelas dunia.
Impian kecil Charice hanyalah sebuah titik kecil dari ribuan bahkan jutaan titik-titik yang dimiliki oleh anak-anak lainnya. Impian mereka terkadang begitu sederhana, namun sering kali layu sebelum tumbuh. Impian kecil harus dipupuk dan disemai di tempat yang baik agar dapat tumbuh menjadi besar, sebesar harapan akan masa depan yang lebih baik. Siapa mereka? Anak-anak sebagai generasi yang akan datang adalah harapan semua, untuk itu persiapkanlah mereka untuk menghadapi perubahan. Mengisi kehidupan ini sebagai pemimpi yang layak untuk dirinya karena mimpinya itu. Charice berhasil menyingkirkan segala penghalang impiannya untuk tumbuh, ia berhasil dengan dukungan orang terdekatnya, yaitu IBU.
Sumber: diolah dari berbagai sumber



3 komentar:
nice post...status sosial bukan penghalang untuk mencapai kesuksesan..
Kalau di Indonesia, kita punya Agnes Monica. Seorang muda yang tidak pernah berhenti bermimpi dan berusaha untuk mewujudkannya..
@Stany Hangewa: Thanks. Yes, All right...
--------------------------------------------------
@Ida Hutapea: Dengan demikian, gimana dengan kita???
Posting Komentar